Jadi
awal ceritanya minggu lalu, kelas business practice 4 nonton bareng film
Thailand yang berjudul The Billionaire. Film ini adalah kisah perjalanan meraih
sukses seorang Top Ittipat yang berusaha memulai bisnis dari remaja.
Awalnya
seperti pada umumnya, Top remaja kecanduan bermain game online. Walaupun begitu
dia juga berhasil mendapatkan uang dari hasil menjual senjata-senjata yang
dimilikinya di dalam game tersebut. Dari uang penjualan tersebut, Top bisa
membeli mobil dan apapun yang diinginkannya. Hingga akun game onlinenya diblok
karena kedapatan transaksi jual beli ilegal, barulah Top mulai memutar otak
lagi akan mendapatkan uang dari mana.
Top
sempat mencoba berjualan DVD player dari uang sisa hasil bisnis berjualan senjata
game online. Namun ternyata dia ditipu oleh pemilik toko, semua DVD player yang
dia beli adalah DVD player bajakan. Di titik itulah Top mulai menyadari
kerasnya dunia bisnis. Saat Top berjalan-jalan di sebuah pameran, Top meihat
alat pembuat kacang. Dia kemudian membelinya dan mencoba berjualan kacang di
mall. Walau kacang yang dihasilkannya enak, tetapi tetap saja tidak banyak
pelanggan yang membeli kacang tersebut. Top kemudian mencari inspirasi
bagaimana cara berjualan yang baik dan kemudian dia pun bisa menjual kacangnya
setelah berpindah ke lokasi yang lebih strategis di mall tersebut. Awalnya
usahanya lancar hingga kemudian timbul masalah, karena mesin pembuat kacangnya
membuat atap mall hitam, sehingga pihak mall memutuskan kontraknya bersama Top.
Top
sempat frustasi disini, belum lagi masalah keluarga dimana orang tuanya
terlilit hutang dan memilih pindah ke China meninggalkan Top sendiri disana.
Walau begitu Top kemudian menemukan ide baru yaitu berjualan snack rumput laut
seperti yang diberikan oleh kekasihnya. Awalnya tidak mudah untuk Top menemukan
formula membuat snack rumput laut yang enak. Dia dan pamannya mencoba
berkali-kali hingga akhirnya menemukan cara agar rumput laut tersebut enak.
Setelah
berhasil membuat snack rumput laut yang enak, kemudian Top dan pamannya
memasarkannya di mall, dan ternyata snack tersebut laris manis. Hingga kemudian
Top kembali berfikir bagaimana mengembangkan bisnisnya tersebut. Top kemudian
berusaha memasukkan snack rumput laut tersebut ke jaringan retail 7-eleven.
Tidak mudah memang, karena banyak sekali persyaratan yang harus dipenuhi Top.
Tetapi akhirnya dia pun berhasil memasukkan produknya ke dalam produk-produk
yang dijual di 7-eleven. Hingga akhirnya dua tahun kemudian Top sudah bisa
membayar hutang orang tuanya. Top Ittipat mencatatkan diri sebagai pengusaha
muda yang sukses, dengan mengorbankan jiwa dan raga dia akhirnya berhasil
meraih kesuksesannya.
Inti
dari film ini adalah untuk tidak pernah menyerah dengan segala hal yang terjadi
dan tetap berusaha sambil belajar dari setiap kesalahan yang ada.


No comments:
Post a Comment